SENYUM "GINGSUL" ASTUTIK DAN BUNG KARNO
Print Friendly and PDF
-->

CETAK BERITA

Print Friendly and PDF

Translate

SENYUM "GINGSUL" ASTUTIK DAN BUNG KARNO

Rabu, 02 April 2025,



Oleh Agung Marsudi


WANITA cantik paruh baya itu, bernama Astutik, sedang duduk santai menikmati istirahat siang dengan gado-gado dan cappucino dingin di Boulevard, Yogyakarta. 


Saya pun duduk di meja yang sama, meja nomor 7. Mengawali pembicaraan, kami asik dengan cerita-cerita "out of the box" tentang Indonesia tanpa koma, karenanya sesekali kami saling melepas senyum dan tertawa suka-suka.


Pertemuan saat  itu terlalu singkat, meski sampai rumah, membuat saya tak bisa tidur. Mengingat senyumnya. Terbersit di benak, rasa-rasa pernah melihat senyum itu. Dimana? Lama membayangkan, lalu saya teringat senyum "gingsul" Bung Karno di foto-foto yang tersebar di media sosial.


Tak mau salah lihat, saya bandingkan foto senyum Astutik dan Bung Karno. Lalu foto itu saya ekspose ganda. Hasilnya memang mirip.


Kami sudah lama tak bertemu. Mungkin dia sedang super sibuk dengan aktifitas di kantornya. Tapi ingatan tentang senyum "gingsul" Bung Karno, membuat saya makin yakin dengan kekuatan spiritual yang dimilikinya. Ia bukan wanita biasa. Auranya begitu kuat.


Gingsul, dalam bahasa medis disebut diastema, prakteknya menjadi daya tarik yang memikat. Sebab senyum gingsul seringkali dikaitkan dengan karakter yang ramah, ceria, dan penuh pesona.


Di balik senyum Astutik dan Bung Karno, tersembunyi keunikan yang menawan. Seperti Yogya, senyum keduanya memang istimewa.


Selamat Hari Raya.



Yogya, 1 April 2025

TerPopuler